Cipta gelar, kerajaan diatas awan 18-20 Agustus 2017

Cipta gelar, kerajaan diatas awan

Entah ini kali keberapa saya ke Cipta Gelar, rasanya tak pernah bosan bosannya saya kesana mengunjungi Kasepuhan Cipta Gelar. Setelah VOID kesana pada bulan Januari 2017 lalu maka member VOID yang belom pernah kesana mencoba kembali track Cipta Gelar. Awalnya hanya sekitar 10 an saja yang daftar, tapi menjelang hari H ternyata antusiasme rekan VOID meningkat menjadi 24 orang. Terlihat tidak hanya VOID saja tetapi ada juga yang menunggang CRF dan Triump Tiger.  Versys juga campur ada yang 250 maupun yang 650 cc.

Kita berkumpul di bogor, kemudian regrouping dan disitu sudah berkumpul 6 anggota versys lainnya, setelah makan malam kita lanjut kearah Palabuhan Ratu melalui jalur Cikirang.  Kali ini kami menginap di Cimaja Bettah Coba Cottage.

Esoknya setelah Briefing, kita memulai perjalanan pada pukul 9  pagi hari,  Setelah isi Bensin kita mengarah ke desa Pasir Kurai Cikadu.  Jarak tempuh sekitar 50 km namun karena berkelok kelok kami sampai disana jam 11 siang.  Dapat kabar bahwa Tommy Ngayun Speed pagi buta motornya rusak karena tidak ada pengisian listrik. Beruntung  saat mogok didepannya ada bengkel Kawasaki didaerah Parung. Diperbaiki sebentar dan jam 10.00 sudah ngacrit lagi dan surprise akhirnya Tommy bergabung sama kami pada pukul 12 siang.

Setelah kumpul bersama, team melanjutkan perjalanan kearah Cipta Gelar melalui CIkadu.  Baru sekitar 1 km dari Pasir Kurai kita sudah disuguhi tanjaka curam 45 derajat.  Dody Djohan Jaya sempat terpeleset disini diikuti oleh Budi.  Lanjut kira kira beberapa kilometer kembali lagi Dr Efo Prapriatna harus rebah dan hampir masuk jurang.

Beruntung sekali perjalanan kali ini tidak hujan sehingga tidak licin dan akhirnya rombongan tiba pukul 4 sore di Cipta Gelar. Kami disambut oleh Kang Yoyo Yogasmana selaku Humas Cipta Gelar.  Makan siang pun sudah disiapkan, wah makanannya pun enak sekali karena yang disajikan adalah nasi merah, ayam goring, plus ikan asin dan pete wawww nyami sekali.

Malamnya kami diberi kesempatan untuk bertemu dengan Abah Ugi sebagai Pemimpin adat Cipta Gelar. Beliau adalah penerus Abah Anom dan pewaris tahta turunan ke 10 Kasepuhan CIpta Gelar.  Kalau kita akan bertemu dengan Abah Anom maka ada tata cara untuk bertemu dengan Abah Ugi baik salamandan cara bertemu. Disamping itu juga wajib mengikat kepala (penutup kepala/Udeng).

Sekilas tentang Kasepuhan Ciptagelar, mempunyai spirit Ibu bumi dan Bapak langit mereka junjung tinggi, masyarakat adatnya sangat bersahaja dimana kemandirian tertanam kuat di mereka. sebuah kampung masyarakat adat yang sangat terpencil dan relatif sulit dijangkau.  Terletak di Gunung Halimun pada ketinggian 1200 MDPL dan dikelilingi oleh hutan tutupan yang cukup lebat dan dijaga keasriannya oleh warga Kasepuhan Cipta Gelar. Masyarakat adat Ciptagelar sendiri sudah ada sejak 649 tahun yang lalu dimana generasi pemimpin masyarakat adat ini dipimpin seorang muda yang punya panggilan Abah Ugi Sugriwa Rakasiwi (32 thn), sosok pemimpin muda dikampung mandiri ini sangat unik sekali beliau gemar sekali utak atik Elektronik dan teknologi sehingga tidak heran kampung ini bener- bener melek sama yang namanya teknologi dan luar biasanya mereka punya televisi lokal sendiri yang menjadi sarana berita dan komunikasi antar warganya yang berjumlah kurang lebih 500 kepala keluarga dan ngga cuma itu Internet yang lumayan kenceng sehingga warga desanyapun terbiasa dengan teknologi .  …VOIP pun jadi sarana komunikasi antar warga dan terkagum kagum saya dibuatnya. Ciptagelar sendiri punya acara yang sudah sangat dikenal yang dinamakan Serentaun sebuah prosesi acara menyambut tahun baru Pertanian (17 September 2017 akan diadakan acaranya) Desa ini sudah swasembada pangan dan keunikan lainya dalam hal pertanian mereka memiliki 168 Varietas padi yang ada sejak turun temurun.

Setelah malam kami bertemu dengan Abah Ugi dan bercerita panjang lebar. Kami pun menikmati makan malam dan kami diundang ke rumah Pak Yanto, setelah itu acara bebas dimana sebagian teman teman ada yang tusuk jarum dengan kang Yoyok dan sebagian melakukan tour keliling desa Cipta Gelar.  Tengah malam kamipun akhirnya terlelap.

Esok hari kami jam 07.00 sudah bersiap siap pulang.  Setelah briefing, kita kemudian membuat dua kelompok, yang golongan lemah lewat cikadu pasir kurai, sementara yang golongan hajar jahanam lewat cipta rasa.   Untuk jalur cipta rasa tak kurang dari 11 motor yang melalui jalur ini dan sisanya lewat jalur cikadu.  Baru 1 km jalan kita sudah dihadapkan pada turunan terjal, lewat jalur ini masih belum ada yang jatuh,  setelah itu kita melewati tanjakan “cocolongokan” nah disini mulai satu persatu mulai tumbang, mulai dari Fandi Blar, Pakde Deddy Suwarli, Charlie dan masih banyak lagi.  Tapi semangat pantang menyerah membuat mereka berjibaku jatuh bangun menyelesaikan etape cipta rasa ini. Jarak hanya 14 Km saja tetapi jalurnya luar biasa teknikal, perlu konsentrasi dan keyakinan agar tidak terjatuh.

Jam 13.00 siang kamu sudah sampai di Palabuhan ratu kembali dan bergabung dengan team yang lewat cikadu.  Setelah makan siang kamipun segera pulang dengan membawa kenangan yang indah selama kami ke Cipta Gelar.  Namun rasa penasaran masih menyertai  rekan rekan dan mereka sudah merancang untuk perjalanan Riding kembali. Pada tanggal 1-3 Desember 2017,  VOID akan menyelenggarakan acara Call of VOID 5, acara wajib para pemilik versys semua CC dari seluruh penjuru Nusantara untuk hadir.  Acaranya sendiri akan diselenggarakan di Gunung Bromo.

Penulis : Wijaya Kusuma Subroto,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s