Sahabat VOID Ride ke Larantuka

Image may contain: sky, motorcycle and outdoor

Image may contain: one or more people, mountain, outdoor and nature

Sahabat Rider, 3 rider dari jakarta terdiri dari Samuelson Tobing bersama, Sukarno Salim, dan rekannya melakukan perjalanan panjang dari Surabaya menuju Larantuka.

Dimulai dari Surabaya dengan menggunakan Ferry 3 Rider plus 1 pillion pada tanggal 1 April 2017 menuju ke Lombok.  Tanggal 2 April jam 2 siang mereka sudah mendarat dipelabuhan Lembar lombok. Setelah bermalam sejenak bertemu dengan Galang, sahabat VOID di Lombok, keesokannya mereka lanjut menuju Pelabuhan Khayangan, Nyeberang menuju ke Sumbawa selama kurang lebih 4 jam, langsung team gerak lagi menuju Bima, Team menginap di Marina Hotel Bima sambil menunggu penyeberangan kapal dari Sape ke Labuhan Bajo.  Real Ride yang sebenarnya adalah di Flores, jalanan yang berliku dengan pemandangan indah sepanjang jalan menjadi hiburan tersendiri. Kelimutu dengan pesonanya, bajawa yang berkelok-kelok memuat bumi Flores adalah surga para rider. Ditambah lagi dengan Guide – Sahabat Rider Jefry Arka Dewa yang senantiasa membantu semua rider yang melintas bumi Flores.

Salah satu yang menarik adalah  Kampung Tradisional Ruteng Pu’u

Terletak di Kelurahan Golo Dukal, merupakan desa tua dengan halaman bundar yang dikelilingi batu tersusun rapi dan di tengah kampung terdapat Compang (mezbah/altar) sebagai tempat peletakan persembahan saat upacara adat.

Mbaru gendang, rumah tempat tinggal setiap klen dan tempat menyimpan gong dan gendang terletak ditengah kampung. Dikelilingi pepohonan rindang (haju Ruteng) sehingga nenek moyang menamainya Beo Ruteng Pu’u. Tiga sumber air mengapitnya yakni, Wae Lideng, Wae Moro, dan Wae Namut.

Dulu nenek moyang orang Manggarai tinggal di dalam gua dan di bawah pohon-pohon besar. Setelah membuat rumah, mereka menamainya “Mbau ru (rumah sendiri) yang artinya rumah karya sendiri. Konon, Selama berlangsungnya pekerjaan menyusun batu mengelilingi halaman atau compang, diharapkan agar tidak boleh bersuara.

Apabila tengah berlangsung pekerjaan, tiba-tiba ada suara manusia / bunyi-bunyian lain, maka pekerjaan itu tidak dapat dilanjutkan. Setiap ada masalah harus disaksikan bersama-sama dan diselesaikan secara bersama-sama. Ruteng Pu’u merupakan sebuah tempat bermusyawarah dalam mengambil keputusan sambil berjemur dan menikmati panasnya matahari pagi.

 

Nah rekan bikers, kalau anda belum pernah ke Flores artinya anda perlu kesana, be a real bikers.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s