Perjalanan ke Ponorogo

Liburan natal diisi dengan kalan jalan ke ponorogo, pulang kantor bergegaskerunah siapin perjalanan ke ponorogo. Kali ini nyambangin teman mbak Dina yang terkena musibah waktu COV 4 lalu. Pilihannya ditowing dulu sampe Cirebon menghindari macet keluar Jakarta dan Brexit. Saya dan Wiko berangkat malam hari. Sampai di Cirebon  jam 2.00 langsung cari penginapan. Esoknya pas Natal kita langsung menuju ke Ponorogo lewat jalur selatan. Jam 11 kita baru jalan dan melalui ketanggungan arah bumi ayu. Di Tanjung jalanan sangat buruk, hal ini mengakibatkan sidebox E22 givi terbuka tiba tiba sampai dompet saya terjatuh. Beruntung Wiko ada dibelakang saya dan melihat barang terjatuh dari box. Kita berhenti makan siang di bumiayu. Krn jalanan macet maka kita motong jalan dan ternyata jalan potong itu bener bener shortcut  dan sangat menghemat waktu. Dari situ kita motong lagi ke daendels arah wonogiri, kali ini GPS bener bener memotong jalan,  tapi jangan tanya ya jalanannya kayak apa. Yg jelas offroad banget. Sampai di ponorogo sekitar jam 20.00 malam. Om Adrin langsung jemput ke hotel, tak terduga ada om Bambang, om Reza dan om Arni yang datang dari Surabaya. Kita ngumpul dan malam malam di rumah om Adrin. Kami menginap di amaris Ponorogo yang jadi satu sama Mall. Esoknya pagi pagi kita sudah dijemput sama om Adrin, barengan saya om Arni Fath ke rumah Adrin sekaligus restonya Rumah Makan Mbok Mingkem yang terkenal sangat enak sekali dan jaraknya hanya 2 km dari hotel. Disitu om Arif Gampang Utomo, om Christian sudah menunggu, makanan yang begitu banyak dihidangkan oleh om Adrin, luar biasa, ngobrol ngalor ngidul siangnya kota balik ke Solo. Pesen buat Voiders yang lewat ke arah Jawa Timur jangan lupa makan disni tempatnya asyik banget dan pastinya makanannya lezat.  Jam 3 sore jalan menuju solo dan memorong jalan lewat plaosan. Jalan ini motong langsung ke Sarangan dan hanya 30 menit sudah sampai tawangmangu. Nah disini mulai macet luar biasa. 2 jam waktu tempuh dari tawangmangu solo. Sesampainya di Solo kita disambut oleh om Turki dan om Aris Junanto. Kami kulineran seharian, eh tiba tiba Fajar dan istri mendadak datang. Saling nggak cukup waktu akhirnya kita memutuskan towing pulang. Om Hendra membantu saya mengirim motor ke Jakarta. Thanks sahabat VOiD untuk persahabatannya yang luar biasa.

Image may contain: 6 people, people smiling, people standing and outdoor

Image may contain: one or more people, motorcycle, tree, sky, outdoor and nature

 

Image may contain: 3 people, people smiling, people sitting, people eating, table, food and indoor

 

Image may contain: 10 people, people smiling, people standing and outdoor

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s